Mengamati beberapa event besar badminton/bulutangkis dan sesekali menonton melalui saluran Astro Malaysia/True Sport Thailand,saya melihat prestasi Indonesia memprihatinkan. Mulai dari Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2010 dan China Taipei Grand Prix Gold 2010 kedua event ini masih dibawah levelnya jika di bandingkan dengan All England,World Championship 2010 atau event yang berlabel Super series atau bisa langsung liat pembobotan nilainya di Link ini http://www.bwfbadminton.org/page.aspx?id=15370. Untuk World Championship dan 2 super series terakhir dikuasai hampir seluruhnya oleh pemain-pemain berkebangsaan china untuk level dibawah Super Series seperti Kumpoo Macau dan Taipei Grand Prix Gold 2010 dikuasai oleh macam-macam Negara Malaysia,Korea selatan,Indonesia,China Taipei ataupun China sendiri. Itupun dikarenakan China Tidak menurunkan pemain-pemain inti atau pemain berperingkat tinggi mereka(10 besar). Untuk level setara Super Series atau lebih tinggi lagi masih dikuasai oleh china. Melihat event besar terakhir seperti Yonex BWF World Championship 2010,China Masters Super Series dan Japan Open Super Series dikuasai semua oleh pemain-pemain China. Weleh-weleh. Kemana Indonesia ya..?? khusus untuk men’s singles di Japan Open disabet Malaysia yang mencatatkan nama Lee Chong Wei Tunggal no 1 dunia mengalahkan tunggal putra terkuat China Lin Dan dengan 3 set,selebihnya ya china lagi-china lagi. Menyoroti pemain-pemain Indonesia kita hanya Berjaya apabila tanpa Raksasa (Baca: China). Di event2 kelas 2 bisalah kita kuasai seperti pada nomor men’s doubles atau mixed doubles. Tapi kalau china ikut dalam sebuah kejuaraan tersebut kita seperti keder,ketakutan,kalah mental padahal skill juga bisa di bilang setara, tapi kalau sudah ngomongin psikologi kita kalah telak. Contoh nya seperti pasangan ganda campuran kita Nova Widianto/Lilyana Natsir yang berperingkat 1 Dunia kalah oleh pasangan China di World Championships di Quarters Final,pada kejuaraan China Open 2010 juga dihempaskan oleh pasangan China disemifinal juga dan lebih parah lagi kalah dibabak kedua oleh pasangan China di Japan Open 2010 yang selesai beberapa hari yang lalu,pasangan china yang mengalahkan mereka di jepang kebetulan juga mengalahkan mereka di turnamen All England 2010. Saya bukan menyudutkan Nova/Lily tapi itulah kenyataan yang ada yg dialami oleh pasangan ganda campuran Indonesia yang berperingkat 1 Dunia. Miskin prestasi bukan hanya di nomor ganda campuran tapi juga dialami di nomor-nomor yang lain seperti men’s singles, di nomor ini kita juga masih angin-anginan prestasinya walaupun Taufik Hidayat bisa mencapai Final sebelum dikalahkan Chen Jin (China) dengan 2 set langsung pada kejuaraan Dunia di Paris beberapa waktu,perjalanan taufik di turnamen ini juga cukup menjanjikan pada perempat final dia bisa mengalahkan pemain tunggal nomor 1 dunia Lee Chong Wei dengan bersusah payah main 3 set, walaupun belakangan ternyata kemenangan Taufik didapat pada saat Lee Chong Wei sedang mengalami cedera punggung,tapi kita sangat salut dengan perjuangan Taufik di kejuaraan ini,untuk di japan super series Taufik malah keok diawal-awal turnamen yaitu dibabak kedua dikalahkan Sho Sasaki wakil tuan rumah.. begitulah belum konsistennya Taufik..
Kalau di nomor Women’s Singles juga kering prestasi,mereka saya harapkan mereka lebih konsisten karena perjuangan Maria Febe,Adrianti Firdasari,Maria Kristin dkk lebih berat,karena dinomor ini sekarang lagi dihuni oleh pemain-pemain berbakat dari china. Jika di lihat dari Turnamen besar terakhir yang diikuti Indonesia. Kita masih berkutat di babak 1,2 dan 3. Untuk di ganda putra kita masih belum bisa melihat suksesor dari Markis Kido/Hendra Setiawan yang sekaran terjun ke dunia professional, walaupun di jepang open kemarin kita masih bisa melihat pasangan Indonesia yang berlaga di Semifinal yaitu Muhammad Akhsan/Bona Septano sebelum dikalahkan ganda nomor satu dunia dari Malaysia Koo/Tan, tapi mereka harus bisa menunjukkan konsistensi mereka bukan hanya di level skill juga di level psikologis mereka sendiri. Berpindah ke ganda putrid,kalau diamati yang prestasinya agak mengkilap ya Meilana Jauhari/Gresia Polii tapi problemya sama mereka belum bisa mengalahkan ganda kuat China dan China Taipei,mereka sering terganjal disitu. Disaat China udah siap oleh pemain-pemain mudanya,dan sudah siap dengan rotasi pemainnya yang akan membuat kontestan dari Negara lain bingung oleh permainan mereka termasuk Indonesia, peman kita seperti hanya menonton,kita harapkan giliran kita menyabet menyabet semua medalai dengan kerja keras tentunya. Solusinya ( gaya ngasi solusi) kita harus banyak latihan,perbanyak mengikuti turnamen yang diikuti oleh banyak pemain china yang mempunyai teknik tinggi dan mumpuni dan mempunyai mental bak baja,siapa tau kita ketularan prestasi mereka
Bravo Bulutangkis Indonesia
Semangat Indonesia.
kemaren2 saya ngeliat metro tv, acara Metro 10, dari 10 urutan dalam survey tersebut indonesia masuk dalam urutan 5 penonton televisi terbanyak, tapi yang saya sayangkan apakah yang ditonton oleh kebanyakan indonesia, kalo yang ditonton berita kita bisa bangga, tapi kalo yang ditonton yang ga penting 

