Berjaya tanpa ‘Raksasa’

Nova Widianto/Lilyana NatsirMengamati beberapa event besar badminton/bulutangkis dan sesekali menonton melalui saluran Astro Malaysia/True Sport Thailand,saya melihat prestasi Indonesia memprihatinkan. Mulai dari Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2010 dan China Taipei Grand Prix Gold 2010 kedua event ini masih dibawah levelnya jika di bandingkan dengan All England,World Championship 2010 atau event yang berlabel Super series atau bisa langsung liat pembobotan nilainya di Link ini http://www.bwfbadminton.org/page.aspx?id=15370. Untuk World Championship dan 2 super series terakhir dikuasai hampir seluruhnya oleh pemain-pemain berkebangsaan china untuk level dibawah Super Series seperti Kumpoo Macau dan Taipei Grand Prix Gold 2010 dikuasai oleh macam-macam Negara Malaysia,Korea selatan,Indonesia,China Taipei ataupun China sendiri. Itupun dikarenakan China Tidak menurunkan pemain-pemain inti atau pemain berperingkat tinggi mereka(10 besar). Untuk level setara Super Series atau lebih tinggi lagi masih dikuasai oleh china. Melihat event besar terakhir seperti Yonex BWF World Championship 2010,China Masters Super Series dan Japan Open Super Series dikuasai semua oleh pemain-pemain China. Weleh-weleh. Kemana Indonesia ya..?? khusus untuk men’s singles di Japan Open disabet Malaysia yang mencatatkan nama Lee Chong Wei Tunggal no 1 dunia mengalahkan tunggal putra terkuat China Lin Dan dengan 3 set,selebihnya ya china lagi-china lagi. Menyoroti pemain-pemain Indonesia kita hanya Berjaya apabila tanpa Raksasa (Baca: China). Di event2 kelas 2 bisalah kita kuasai seperti pada nomor men’s doubles atau mixed doubles. Tapi kalau china ikut dalam sebuah kejuaraan tersebut kita seperti keder,ketakutan,kalah mental padahal skill juga bisa di bilang setara, tapi kalau sudah ngomongin psikologi kita kalah telak. Contoh nya seperti pasangan ganda campuran kita Nova Widianto/Lilyana Natsir yang berperingkat 1 Dunia kalah oleh pasangan China di World Championships di Quarters Final,pada kejuaraan China Open 2010 juga dihempaskan oleh pasangan China disemifinal juga dan lebih parah lagi kalah dibabak kedua oleh pasangan China di Japan Open 2010 yang selesai beberapa hari yang lalu,pasangan china yang mengalahkan mereka di jepang kebetulan juga mengalahkan mereka di turnamen All England 2010. Saya bukan menyudutkan Nova/Lily tapi itulah kenyataan yang ada yg dialami oleh pasangan ganda campuran Indonesia yang berperingkat 1 Dunia. Miskin prestasi bukan hanya di nomor ganda campuran tapi juga dialami di nomor-nomor yang lain seperti men’s singles, di nomor ini kita juga masih angin-anginan prestasinya walaupun Taufik Hidayat bisa mencapai Final sebelum dikalahkan Chen Jin (China) dengan 2 set langsung pada kejuaraan Dunia di Paris beberapa waktu,perjalanan taufik di turnamen ini juga cukup menjanjikan pada perempat final dia bisa mengalahkan pemain tunggal nomor 1 dunia  Lee Chong Wei dengan bersusah payah main 3 set, walaupun belakangan ternyata kemenangan Taufik didapat pada saat Lee Chong Wei sedang mengalami cedera punggung,tapi kita sangat salut dengan perjuangan Taufik di kejuaraan ini,untuk di japan super series Taufik malah keok diawal-awal turnamen yaitu dibabak kedua dikalahkan Sho Sasaki wakil tuan rumah.. begitulah belum konsistennya Taufik..

Kalau di nomor Women’s Singles juga kering prestasi,mereka saya harapkan mereka lebih konsisten karena perjuangan Maria Febe,Adrianti Firdasari,Maria Kristin dkk lebih berat,karena dinomor ini sekarang lagi dihuni oleh pemain-pemain berbakat dari china. Jika di lihat dari Turnamen besar terakhir yang diikuti Indonesia. Kita masih berkutat di babak 1,2 dan 3. Untuk di ganda putra kita masih belum bisa melihat suksesor dari Markis Kido/Hendra Setiawan yang sekaran terjun ke dunia professional, walaupun di jepang open kemarin kita masih bisa melihat pasangan Indonesia yang berlaga di Semifinal yaitu Muhammad Akhsan/Bona Septano sebelum dikalahkan ganda nomor satu dunia dari Malaysia Koo/Tan, tapi mereka harus bisa menunjukkan konsistensi mereka bukan hanya di level skill juga di level psikologis mereka sendiri. Berpindah ke ganda putrid,kalau diamati yang prestasinya agak mengkilap ya Meilana Jauhari/Gresia Polii tapi problemya sama mereka belum bisa mengalahkan ganda kuat China dan China Taipei,mereka sering terganjal disitu. Disaat China udah siap oleh pemain-pemain mudanya,dan sudah siap dengan rotasi pemainnya yang akan membuat kontestan dari Negara lain bingung oleh permainan mereka termasuk Indonesia, peman kita seperti hanya menonton,kita harapkan giliran kita menyabet menyabet semua medalai dengan kerja keras tentunya. Solusinya ( gaya ngasi solusi) kita harus banyak latihan,perbanyak mengikuti turnamen yang diikuti oleh banyak pemain china yang mempunyai teknik tinggi dan mumpuni dan mempunyai mental bak baja,siapa tau kita ketularan prestasi mereka

Bravo Bulutangkis Indonesia

Semangat Indonesia.

POLITIK PANGLIMA

Di Indonesia sekarang menurut saya kalo ga bicara politik ngga keren,soalnya yang diliat didengar semua tentang politik,iya kalo beritanya bagus,tapi berantem antar institusi terus,kemana aja sinergi antar intitusi Negara kita?gimana Negara mau jalan baik?heh mau contoh klik aja tombol TV ke TV one atau atau ke Metro atau yg sering online klik bisa liat dimedia online,walaupun dinternet masih bisa memilih informasi daripada TV yang ga bisa milih.

Kita berpindah ke bahasan lain,terlalu fokus ke politik juga dirasakan oleh Andi Malaranggeng,Menteri Pemuda dan olah raga kita,mungkin sekarang dia lagi fokus terhadap pencalonan dirinya untuk menjadi ketua umum partai demokrat,apa dia bisa fokus begitu mengurus partai (apabila terpiih) sekaligus mengurusi tentang kepemudaan dan olah raga kita,saya agak ragu dia bisa  mengurusinya secara sekaligus.banyak PR dia untuk mengurusi Negara ini khususnya olahraga. Terlalu lama kita menunggu2 prestasi Indonesia di bidang olah raga,kalo pemimpin nya sibuk berpolitik,apa bisa kita berprestasi?

Sepakbola yang sering hangat diberitakan hari2 ini,mana prestasinya?ngga ada tapi kalo pertanyaannya mana rusuh nya?beuh banyak sekali komandan.

Badminton yang menjadi andalan Indonesia sejak dahulu,sekarang juga miskin prestasi.tahun2 terakhir ini Indonesia juga kering di kejuaraan perorangan.kita bisa liat sekarang2 ini ada Perhelatan yang sedang berlangsung di Malaysia Yaitu turnamennya Sir George Alan Thomas dan Betty Uber atau lebih dikenal dengan  Thomas dan Uber Cup.indonesia sudah lama sekali tidak juara di Thomas kita juara tahun 2002 walaupun kita masih tertinggi diperolehan piala ini yaitu 13,sedangkan lebih miris lagi yang Ubernya hanya 3 kali,masih kalah jauh dengan Negara tirai bambu China. Saya sih berharap Indonesia bisa berprestasi Di Thomas dan Uber cup 2010 di Malaysia kali ini. Tapi jangan cecar pemain juga kalo mereka kalah,apabila fokus pemerintah hanya ke politik saja…

Sebenarnya ngga etis juga prestasi olah raga dibilang jeblok,toh masih ada Tinju melalui Chris John kita masih bisa tersenyum melihat prestasi dia.tapi kita perlu sustainability bukan dadakan atau musiman.perhatikan lah keperluan atlit-atlit kita,perhatikan kesejahteraan mereka setelah pensiun,termasuk fasilitas-fasilitasnya,apa kita mau melihat kita lari ke Negara lain dengan alasan tidak ada masa depan dinegeri sendiri,begitu juga dengan pelatih yang  mengusung alasan yang sama…

Memaknai kartu merah

17 02 2010 dibabak perdelapan final Ac menjamu juara Liga Champion 2008 di stadion San Siro, Milan mengawali pertandingan dengan apik, menit ke 3’ Ronaldinho sudah membuat timnya unggul 1-0 lalu Milan langsung bereaksi dengan gol semi keberuntungan veteran MU Paul Scholes menit ke 36’. Dibabak kedua , kedua tim saling menyerang. Berkat kejeniusan dan kecerdikan rooney yg berhasil mengelabui bek-bek Milan untuk meletakkan bola ditiang jauh sisi kiri gawang dida, berbalik MU yg unggul 2-1, sekali lagi rooney menunjukkan kehebatannya dengan melepaskan diri dari jebakan offside pemain belakang Milan, unggullah MU 3-1, Milan makin tenggelam. Setelah ketinggalan Milan dengan gencar mencecar gawang MU, akhirnya gol yang ditunggu publik San siro akhirnya terwujud oleh Clarence seedorf dimenit-menit akhir yang merubah kedudukan menjadi 3-2, skor tsb bertahan sampai laga usai. Sebenarnya bukan cerita diatas inti tulisan saya ini, kalau mau lengkap bisa baca di portal2 olah raga, bisa lebih lengkap.

Tapi ada sedikit kisah diatas terkait sikap Michael Carrick perihal dikartumerahkan dirinya (2 kartu kuning) dia tidak terlalu berlebih-lebihkan dalam menanggapi atau memprotes wasit,dia legowo dia menerima, walaupun sebenarnya kesal tidak ada dorong2 wasit, tidak ada provokasi.

Saya tergelitik untuk membandingkan pertandingan-pertandingan di Indonesia Super League (ISL) antara Persisam Putra Samarinda melawan Persija . Diakhir pertandingan, persiba berhasil menceploskan gol, tapi dianulir wasit karena dia melihat pemain periba Fandi Mochtar hands ball tapi pemain persiba bereaksi secara ekspresif, keras, disertai mendorong-dorong badan wasit. Kelihatan disini bahwa kedewasaan menerima keputusan wasit tidak ada.

Itulah potret dua perbandingan sepakbola yang keduanya kebetulan saya tonton, satu terjadi di negeri sendiri, yang satu lagi terjadi di negeri pizza. Sepakbola Indonesia sudah terbisa protes dengan cara mendorong-dorong badan wasit, mengejar, memukul, mengintervensi sebagai bagian dari bentuk protes. Bukan berarti saya menjelek-jelekkan ajang sepakbola tertinggi di Indonesia ini, tapi emang berita kerusuhan selalu mengemuka di media, kira-kira begitulah kenyataannya. Tapi saya punya optimisme sepakbola Indonesia akan maju, saya menginginkan sepakbola Indonesia maju terus, mulai dari juara piala Tiger (tingkat asean), piala Asia, atau yg paling tinggi piala dunia pun bisa kita raih, tapi bukan dengan cara jadi tuan rumah piala dunia, saya ngga mau dari jalur yg gratis, tapi dari jalur prestasi lebih membanggakan, ngapain ngemis-ngemis jadi tuan rumah piala dunia 2022….

Seharusnya siaran langsung AC Milan vs Manchester United tadi malam bukan hanya dijadikan sekedar tontonan tapi juga menjadi sebuah pelajaran untuk menyikapi suatu hukuman, keputusan atau sebuah anulir yg beralasan oleh wasit pertandingan, atau kita malah senang tidak ada wasit dilapangan, kurang seneng dikit, maen hajar aja, apa itu yg dimau??

Bergeser kearah yang lagi hangat sekarang yaitu kasus Bailout bank Century, cukup menyita perhatian masyarakat, ada 4 proses yang digodok di pansus Century 1. Merger 2. FPJP 3. Bailout dan 4. Aliran dana, pansus century udah masuk ketahapan 4, berarti sudah mau memasuki tahap akhir dari pansus. Setelah diproses 1,2, dan 3 skornya 7-2, untuk ke 4 semuanya menyatakan sama pendapat jadi semua fraksi menyetujui ada masalah dialiran dana, skor berubah menjadi 9-0, apapun hasil pansus dengan tawar-menawar politik kentalnya itu, publik juga menunggu gimana akhir dari kasus bank century, hanya panas diawal, melunak belakangan seperti pansus yang sudah-sudah. Kalau hasil pansus menunjukkan ada kesalahan kebijakan dari pengambil kebijakan, siap-siaplah si pengambil kebijakan akan dikartu merah oleh proses hukum (yg mekanisme saya tidak mengerti), dan yang dikartu merah harus legowo, tapi kalau yang bermasalah hanya dialiran dananya saja, ya pengambil kebijakan siap-siap dikartu kuning atau apalah supaya jera (kembali saya juga ga ngerti hukum).. benang merah yang saya ambil dari kejadian diatas adalah kalau kita dinyatakan salah oleh pengadil proteslah dengan sewajarnya, ikuti mekanisme nya, jangan kasar-kasar…

Toh pengadilan sesungguhnya akan kita pertanggungjawabkan ‘disana’

Kebenaran ini vs Kebenaran itu

di tv sekarang kita disibukkan dengan berita yang cukup menguras perhatian kita berkaitan dengan pansus bank century a.k.a sistemik atau tidak sistemik dan kasus pembunuhan direktur BUMN putra rajawali banjaran a.k.a terbukti atau rekayasa yang melibatkan former ketua KPK Antasari Azhar, kita dipertontonkan perdebatan keras dan menjurus kasar bisa berasal dari anggota pansus itu sendiri, atau mencecar pertanyaan ke saksi, mereka memperdebatkan kebenaran versi mereka mereka masing2, baik dari sisi hukum, ekonomi dan lainnya. hal ini disampaikan oleh ustad yang khutbah dideket kediaman saya. saya juga mempunyai pendapat yang senada. kenapa kok perdebatannya berlarut2? kapan sih porsi prestasi yang dicapai anak bangsa kok ngga ditampilkan, atau ngga ada lagi prestasi anak2 indonesia? channel 1 disibukkan dengan sinetron, channel satu lagi perdebatan pansus century, channel satu lagi kasus antasari, channel satu lagi kerusuhan bonek…. mau berita miris apa lagi? wah kalo saya menjawab, “maaf sudah kenyang” saling tuding antar anggota pansus udah menjadi perhatian dan konsumsi hampir setiap hari. katanya rakyat mau diperlihatkan kebenaran, tapi malah diperlihatkan kemarahan, hujan interupsi a.k.a menarik simpati, tarik menarik kepentingan atau apa lagi, kalo kasusnya antasari kita disuguhkan oleh pemandangan yang sama, saling tuding juga, saling marah juga antara para penasehat hukum terdakwa dengan jaksa penuntut umum.. wah sesek juga ya berita2 nya…..

baru2 ini kita juga masih harus melihat demonstrasi dalam rangka  100 hari Presiden SBY dan Pak Budiono juga begitu, dengan dasar yg tidak jelas, malah menuding gagal totallah, program tidak jalan semua lah… kita tunggu ajalah… kritik sih boleh kritik asal plus plus solusi dong….

saya mengutip kata2 Andi Malarangeng Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan “kalau dikatakan gagal semua itu omong kosong, kalau di bilang berhasil semua juga omong kosong, program 100 sby ada yg berhasil ada yang belum jalan atau belum maksimal” begitu katanya kira2 yg saya tangkap…

kembali tentang ke kisah saya yg mendengarkan Khutbah jumat tadi, si ustadz juga mungkin sama gerahnya dengan saya (mungkin mengatakan) dengan mengaitkan dengan ayat Al Quran, ada tiga ayat, tapi yang saya dengarkan ada salah satu ayat dari Surat Az Zumar ayat 3 yg terjemahannya saya ambil dari quran.kawanda.net:

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. (QS. 39:3)”

yang intinya kata ustadz tersebut, boleh kalian berdebat tentang kebenaran versi ini kebenaran versi itu tapi kebenaran Hakiki hanya milik Allah, jadi hanya Allahlah yang tau kebenaran yang sebenar-benarnya….


Man United dan Teror Bom

waktu beberapa bulan yang lalu saya mendengar kabar Man United bakalan datang ke indonesia dan kalo ga salah saya juga mendengar Indonesia bakalan mencalonkan diri jadi tuan rumah 2022 saya senang, kaget, dan bergembira mendengar berita2 seperti itu, sepakbola Indonesia yang biasanya diisi dengan kerusuhan dan nihil prestasi mendapat anugerah dengan lawatannya MU ke jakarta.

tapi saya masih ragu ya MU mau dateng, tapi setelah sebulan sebelum kedatangan MU saya jadi yakin karna Iklannya makin gencar, dan kayaknya serius mau dateng, disitulah saya baru percaya

ternyata alasan MU mau datang adalah untuk menggarap fans MU yang ada di indonesia sebanyak 22 juta orang, jadi menurut mereka terlalu sia2 untuk melewatkan market yang potensial ini….

walaupun saya bukan penggemar MU, saya penggemar Chelsea dan lazio tapi saya senang salah satu klub terbaik seantero dunia akan datang menghampiri indonesia

3 hari sebelum bertanding pada tanggal 20/07/2009 terjadilah Bomb yang dikatakan oleh jurubicara presiden bidang luar negeri itu adalh bom yang berkekuatan high explosive, waduh kata saya entah momentumnya di pas-pas kan ato nggak bom meledak di dekat kawasan MU akan menginap yaitu Jw Marriot Hotel-Ritz Carlton Hotel, MU rencananya akan menginap di Ritz carlton hotel, ini gila, ini memang gila…..

setelah mendengar berita itu saya lalu menulis di status facebook saya MU akan terancam tidak datang, alasannya pasti keamanan, apalagi mereka tau bom meledak di kawasan mereka hendak menginap, saya beralasan kalo mereka membatalkan lawatan mereka ke jakarta……..

setelah melakukan pembicaraan dengan pihak MU akhirnya pihak MU resmi membatalkan kedatangannya ke Indonesia yang di katakannya langsung oleh Manager Karismatik Sir Alex Ferguson, sungguh kekecewaan yang luar biasa….

inilah petikan wawancara dengan Sir Alex Ferguson

“it was shock.We got the news just as we landed and it’s very disappointing.The Indonesian FA have worked very hard to get us over there and it’s a terribly big disappointment for them. There’s no other decision we could have taken in regards to the safeguarding of our players. We feel we’ve made the right decision”

dan inilah komen dari sang bek veteran MU Gary Neville

“We’re all disappointed not to get the opportunity to go to Indonesia. One of the great things about playing for this club is the chance you get to play in different countries and meet our fans from around the world. The players are as disappointed as everybody else.”

saya gak beli tiket, saya bukan penggemar MU tapi saya sangat2 kecewa, very disappointed apalagi yang penggemar MU rela2 beli jersey nya, beli tiketnya sampe nabung segala, gimana ga kecewa…..ahhhh nasibmu indonesia..kok segini rentannya..ini PR kita semua….

sebenarnya ada hal yang lebih besar dari batalnya kedatangan MU di Indonesia, tapi dampak begitu kerasa karne event terdekat yang batal akibat bom tersebut….

spekulasi bermunculan setelah terjadinya bom di kawasan Mega Kuningan tersebut, ada menghubungkan dengan hasil quick count pilpres lah, ada pihak yang pengen kita mau di buat seperti pasca pilpres nya Iran lah…itu diperkuat oleh pernyataan presiden setelah sholat jumat kemaren….

5 tahun citra kita sudah terbentuk, tidak ada terjadi bom lagi tapi kemaren ada pihak, atau oknum yang tidak bertanggung jawab kembali menggoyang Indonesia….itu sudah cukup membuat seluruh Indonesia menangis, apa kalian mau?? apa yang kalian inginkan?? apa yang ada di otak kalian?? apa kalian punya hati nurani?? tidakkah kalian sadar ada hal yang lebih penting, daripada bom seperti ini…..

Marilah kita sama2 introspeksi….

Peace !!!!



Jadi eyewitness hujan batu di Bdg….

sekitar tadi jam 14.00, bandung di guyur hujan lebat tapi kali ini hujan nya ga biasa bagi saya karna disertai hujan es sebesar jagung, hujan lebat kali ini juga di sertai angin kencang, petir yang menyambar-nyambar tapi yang ada hujan es nya kurang lebih 5 menitan, saya sempet memegang es nya, ternyata ga jauh beda yang ada di kulkas……
karena saya tinggal di deket kali jadi kekhawatiran saya jadi dobel, pertama hujan yang dahsyat tadi dan tambah air bah yang meluap-luap yang siap menghanyutkan apapun (tidak se-dahsyat Tsunami lho), jadi saya juga mesti stay alert untuk memastikan air bah yang disebabkan hujan masuk kedalam rumah kontrakan saya….
pas saya menulis tulisan ini sekitar jam 15.20 hujan masih berjatuhan, seperti tidak ada henti2nya tapi tidak selebat jam2 awal terjadinya hujan, hujan ini datang setelah sebelumnya cuaca panas menyelimuti kota bandung, panas banget, eh itu pertanda mau datangnya hujan es…….
Menurut WIKIPEDIA Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing levelHujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan , dan pertumbuhannya secara vertical dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 – 5 menit atau bisa juga 10 menit tapi jarang, jadi wajar kalau peristiwa ini hanya bersifat local dan tidak merata, jenis awan berlapis lapis ini menjulang kearah vertical sampai dengan ketinggian 30.000 feet lebih, Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB)

Bener kata saya tadi setelah saya mencari2 ttg artikel ini bahwa hujan es tersebut tidak akan berlangsung lama hanya sekitar 5 menitan max 10 menitan itu pun jarang sekali…….
Mungkin Bdg kata beberapa blog telah mengalami hal (serupa) udah sering terjadi, tapi menjadi saksi mata akan fenomena alam ini juga luar biasa bagi saya, jarang saya menjumpainya……

sisi negatif kalo udah hujan begini di daerah bantaran kali deket saya tinggal akan memunculkan bau2 yang tidak sedap, sampah yang turun dari atas akan menumpuk dibawah, banjir hampir mendekati kenyataan kalo udah melihat kondisi seperti ini, tapi saya lihat orang2 yang disekitar bantaran kali disini sangat tidak menyayangi lingkungan sampah langsung di buang ke kali, wah2 problematika menahun
tapi jangan salahkan orang per orang, mulailah jadikan buang sampah sembarangan bukan menjadi budaya masyarakat kita, perlu bagi kita untuk menjaga menjaga sustainability bumi agar bisa digunakan anak cucu kita kelak……

pendidikan

gak tahan saya untuk tidak mengabadikan artikel ini di blog saya….

tentang pendidikan yang saya ambil dari kickandy.com…thx mas sebelumnya….

Bapak Menristek terperanjat ketika mengunjungi salah satu sekolah menengah dan bertemu dengan anak-anak, dia memperoleh fakta mengagetkan tentang mimpi dan cita-cita mereka. “Apa cita-citamu?” Kata Menristek kepada salah seorang anak bernama Rosita. “Saya mau jadi bintang film Pak atau main sinetron.” “Mereka terkenal, banyak uang, dan mudah kalau mau beli apa-apa.” Jawaban Rosita serta merta diamini oleh hampir mayoritas teman-temannya. Mereka tak faham bahwa hari itu Pak Menristek ingin memberi motivasi mereka soal pentingnya penguasaan ilmu dan teknologi bagi mereka ke depan. Bahkan ketika Pak Menristek bertanya soal robot, seorang siswa dengan enteng menjawab bahwa robot adalah mesin, mesin gampang dibeli di pasar asal ada duitnya.Seperti tak habis mengerti, betapa efek dan budaya menontot sinetron telah mempengaruhi relung jiwa anak-anak. Hasil riset tentang budaya menonton televisi dan jumlah jam belajar anak-anak di sekolah sangat memiriskan hati. Dalam setahun, seorang anak SD dan SMP di 5 kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar, menghabiskan waktu untuk untuk menonton televisi sebanyak 1223 jam. Sedangkan jumlah jam belajar yang diikuti mereka di sekolah dalam setahun hanya 724 jam. Pantaslah jika dalam relung dan benak anak-anak kita terbetik impian bahwa menjadi pemain sinetron pasti jauh lebih mudah daripada menjadi ilmuwan. Fakta ini yang membuat Pak Menristek Kardiman mengurut dada, membayangkan betapa kurangnya intensitas orangtua dan guru dalam memelihara mimpi anak-anak mereka untuk menjadi saintis.

“Edu, jangan pernah sekalipun kau melarang anakmu untuk berhayal. Kamu harus mendukung hayalan anakmu agar terus berkembang menjadi mimpi. Setelah itu biarkan dia mengembara di ruang mimpinya, berproses, bersintesa, dan menjelajah batas pikiran dan hati anakmu. Setelah dia sadar, kau tuntunlah dia untuk meraih mimpinya itu.” Itu adalah nasihat Ayahnya ketika Edu suatu ketika tertawa mendengar celoteh anaknya yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha kaya tapi tak mau pinjam uang ke bank. Kelihatannya sepele, tetapi peristiwa mentertawakan anak bisa berakibat serius pada perkembangan psikologis mimpi dan harapan anak.

Bisakah kita menghitung berapa banyak tipologi orangtua dan guru yang begitu obsesif berpikir bahwa mimpi anak mereka adalah sepenuhnya milik mereka? Kesalahan seperti ini dalam proses pendidikan sangat mendasar, seakan-akan orangtua dan gurulah penentu kemana mimpi anak-anak akan dibawa. Inilah yang terjadi pada Idris, kawan Edu sekampung dulu yang sekarang berprofesi sebagai tukang siomay keliling dengan bersepeda. Suatu ketika Idris curhat dengan Edu yang secara tak sengaja bertemu dengannya setelah 25 tahun tak ada kabar berita. Dia bilang profesi sebagai tukang siomay adalah pilihan terakhir yang harus dijalaninya, karena bekal pendidikan akhir dia tak mungkin bisa mencari pekerjaan yang lebih baik. Ternyata Idris hanya punya ijazah SD, karena setelah SD dia secara paksa dimasukkan orangtuanya ke sebuah pesantren yang tak diminatinya. Idris tampak sangat menyesali keputusannya untuk kabur dari pesantren. Dan ketika Edu bertanya kenapa kabur, Idris serius menjawab bahwa tak baik bagi orangtua memaksakan kehendak kepada seorang anak meski tujuannya mungkin baik. Menurut pengakuannya, ketika tamat SD dulu sebenarnya Idris adalah siswa terbaik dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan ke salah satu SMP Negeri terbaik di kotanya. Mimpinya adalah ingin menjadi insinyur seperti Soekarno, karena ia sangat suka matematika dan ilmu alam. Tetapi apa lacur, di pesantren saat itu Idris tak mendapati guru yang bisa mengajarinya matematika dan ilmu alam yang menjadi kegemarannya. Menjelang kenaikan kelas 2, Idris memutuskan untuk kabur dari pesantren dan sempat 6 bulan menghilang dari pantauan keluarganya. Sebagai hukuman, setelah itu Idris tak disekolahkan orangtuanya dan dibiarkan menjadi pengangguran.

Edu tertegun mendengar cerita Idris. Terbayang oleh Edu bahwa tak mudah menjadi orangtua dan guru, apalagi di zaman seperti sekarang ini di mana daya kritis dan fantasi anak berkembang lebih cepat dari masanya dulu. Karena itu baik juga bagi kita untuk merenungkan nasihat Rachel Carson: “If a child is to keep alive his inborn sense of wonder, he needs the companionship of at least one adult who can share it, rediscovering with him the joy, excitement and mystery of the world we live in.”

penulis Ahmad Baedowi (Andy’s Friends)

postingan sampah…

metro-10a-copy1kemaren2 saya ngeliat metro tv, acara Metro 10, dari 10 urutan dalam survey tersebut indonesia masuk dalam urutan 5 penonton televisi terbanyak, tapi yang saya sayangkan apakah yang ditonton oleh kebanyakan indonesia, kalo yang ditonton berita kita bisa bangga, tapi kalo yang ditonton yang ga penting sinetron apa kita bisa bangga, engga kali ya…

maunya setelah survey ini, metro tv langsung membuat survey acara2 apa yang paling populer di indonesia, semoga saja acara2 yang mendidik lebih mendominasi, miris kita kalo melihat fenomena2 yang terjadi dimasyarakat sekarang banyak yang yang melakukan aksi-aksi kriminal yang didasari oleh kebutuhan dasar tidak terpenuhi, acara- acara itu malah mengumbar hedonisme yang berlebihan yang mau ga mau menjadikan masyarakat kita menjadikan itu sebagai bahan percontohan dan lupa akan realitas hidup mereka yang pas-pasan. menuurut saya televisi berkontribusi memberikan efek negatif tehadap perilaku, tapi banyak juga kok yang memberikan efek positif, pintar2 milih aja….

bukannya saya sok idelias atau gimana, tapi sebaiknya kita tidak terlalu berlama2 menatap tv, apalagi nonton yang ga bobot…

 

DAMAI

serunya Australian Open 2009

t_dementieva_22_1

entah hobi ngikutin, atau cuman suka ama cewek2nya tenis yang cantik2 itu, saya sering ngikutin perhelatan tennis intenasional melalui media massa, baik itu televisi, tabloid, ataupun internet, untuk catatan kalo televisi bukan nontonnya tapi cuman highlight doang saya tidak sanggup untuk berlangganan televisi berbayar karna masih mahasiswa (sedih), seru aja kayaknya Crowd di Australia sekarang tepatnya di Melbourne, melihat aksi2 pesohor-pesohor tennis dunia berlaga disana, cuman kayaknya ada yang kurang dari perhelatan tennis Australian Open kali ini karena Maria Sharapova ga hadir karna dikabarkan cidera, petenis ini sering dijadikan favorit selain karna cantik bak model tapi juga karena permainan hebatnya, tapi jangan salah absennya maria bukan berarti kekurangan petenis cantik, masih ada Elena Dementieva (RUS), Anna Ivanovic (SER), dan Maria Kirilenko (RUS) dan masih banyak petenis lain yang ga kalah cantik akan saling berhadapan di Australia ini, Asyik kali ya nonton langsung di Aussie…dikarenakan favorit saya Maria (sharapova maksudnya)  absen saya beralih kelain hati ke Elena Dementieva, untungnya di masih melaju ke babak selanjutnya… hehe (karena cantik juga pastinya)

di Pria betrok2nya pun tak kalah seru, mereka saling serang bukan hanya didalam lapangan, tapi juga di luar lapangan, saling Psywar yang terjadi antar pemain sudah menjadi pemandangan yang lumrah menghiasi setiap kejadian di Melbourne sekarang, terkadang sampai pendukung fanatik pun ikut terlibat menyemangati pemain yang didukungnya sampai perkelahian mulut sering terjadi, contohnya terjadi di pertandingan antara Amer delic (AS) vs Paul-Henri Mathieu (Fra),ada beriat yang lagi hangat, di australian open ini Andy Murray juga dituntut untuk membuktikan kehebatannya, petenis no 4 dunia sedang disepelekan Roger Federer (1) dan Novak Djokovic (3) untuk menjuarai gelar Grand slam perdana, semacam tantangan gitu…di karenakan Andy Murray memperlihatkan aksi ciamik di awal2 2009 ini, dengan menjuarai beberapa gelar menjalang Australian open, jadi banyak bandar taruhan yang menjagokan Murray untuk jadi juara dan membuat iri kedua petenis diatas…… ayo Murray buktikan kalo bisa mendapatkan sebuah gelar Grand Slam…..foto yang saya letakkan ini adalah Elena Dementieva (RUS), cantikkan????

Three cups of tea

three-cups2

Sebenarnya tadi malam saya pengen banget membeli buku novel populer Three cups of tea, tapi setelah ngeliat harganya yang  89rb di gramedia, gak jadi beli karna saya cuman ada uang 50rb, sebenarnya mau beralih ke buku lain, bukunya presiden Iran Ahmadinejad, kalo ga salah judulnya David di tengah2 goliath, tokoh ini kharismatik sekali menurut saya, banyak negara yang tunduk kepada Amerika, dia berani “think out of the box” untuk menentang negara adidaya tersebut….

kembali ke buku three cups of tea, buku ini pertama sekali saya lihat diacaranya kick andy, wah kayaknya bagus nich, jadinya mampir dech ke kickandy.com untuk ikutan quiz pembagian buku tersebut dan gak dapet, beberapa hari kemudian saya jalan2 ke gramedia, tepatnya tadi malem, ngeliat ringkasannyab saya makin terbius untuk memeilikinya, tapi apalah daya belum punya duitnya…..aaaaaaaaaaarrrrrrrrrgggggggghhh

ini ringkasan buku three cups of tea yang saya ambil dari kutuktubuku.com:

Inilah kisah menakjubkan dan inspiratif tentang Indiana Jones sejati dan perjuangan kemanusiaannya yang mengharukan di “pekarangan belakang” rezim Taliban.

Seorang pendaki gunung, Greg Mortenson, dibawa nasib ke pegunungan Karakoram yang gersang di Pakistan setelah gagal mendaki puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Tersentuh oleh keramahan penduduknya, dia berjanji untuk kembali dan membangun sebuah sekolah.

Three Cups of Tea berisi mengenai kisah pemenuhan janji tersebut, beserta hasilnya yang mencengangkan. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di lingkar terluar daerah terlarang rezim Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

Pada 1993, seorang perawat Amerika, Greg Mortenson, berhasrat menaklukan puncak gunung tertinggi sedunia, K2, di Himalaya. Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa.

Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.” Inilah kisah mengenai pemenuhan janji tersebut. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

 

wah mudah-mudahan saya bisa secepatnya menebus buku ini.. Amin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.