Di Indonesia sekarang menurut saya kalo ga bicara politik ngga keren,soalnya yang diliat didengar semua tentang politik,iya kalo beritanya bagus,tapi berantem antar institusi terus,kemana aja sinergi antar intitusi Negara kita?gimana Negara mau jalan baik?heh mau contoh klik aja tombol TV ke TV one atau atau ke Metro atau yg sering online klik bisa liat dimedia online,walaupun dinternet masih bisa memilih informasi daripada TV yang ga bisa milih.
Kita berpindah ke bahasan lain,terlalu fokus ke politik juga dirasakan oleh Andi Malaranggeng,Menteri Pemuda dan olah raga kita,mungkin sekarang dia lagi fokus terhadap pencalonan dirinya untuk menjadi ketua umum partai demokrat,apa dia bisa fokus begitu mengurus partai (apabila terpiih) sekaligus mengurusi tentang kepemudaan dan olah raga kita,saya agak ragu dia bisa mengurusinya secara sekaligus.banyak PR dia untuk mengurusi Negara ini khususnya olahraga. Terlalu lama kita menunggu2 prestasi Indonesia di bidang olah raga,kalo pemimpin nya sibuk berpolitik,apa bisa kita berprestasi?
Sepakbola yang sering hangat diberitakan hari2 ini,mana prestasinya?ngga ada tapi kalo pertanyaannya mana rusuh nya?beuh banyak sekali komandan.
Badminton yang menjadi andalan Indonesia sejak dahulu,sekarang juga miskin prestasi.tahun2 terakhir ini Indonesia juga kering di kejuaraan perorangan.kita bisa liat sekarang2 ini ada Perhelatan yang sedang berlangsung di Malaysia Yaitu turnamennya Sir George Alan Thomas dan Betty Uber atau lebih dikenal dengan Thomas dan Uber Cup.indonesia sudah lama sekali tidak juara di Thomas kita juara tahun 2002 walaupun kita masih tertinggi diperolehan piala ini yaitu 13,sedangkan lebih miris lagi yang Ubernya hanya 3 kali,masih kalah jauh dengan Negara tirai bambu China. Saya sih berharap Indonesia bisa berprestasi Di Thomas dan Uber cup 2010 di Malaysia kali ini. Tapi jangan cecar pemain juga kalo mereka kalah,apabila fokus pemerintah hanya ke politik saja…
Sebenarnya ngga etis juga prestasi olah raga dibilang jeblok,toh masih ada Tinju melalui Chris John kita masih bisa tersenyum melihat prestasi dia.tapi kita perlu sustainability bukan dadakan atau musiman.perhatikan lah keperluan atlit-atlit kita,perhatikan kesejahteraan mereka setelah pensiun,termasuk fasilitas-fasilitasnya,apa kita mau melihat kita lari ke Negara lain dengan alasan tidak ada masa depan dinegeri sendiri,begitu juga dengan pelatih yang mengusung alasan yang sama…
